Latest Event Updates

Sudahkah anda tertawa hari ini?

Posted on Updated on

ayo ngguyu

Mungkin kalau itu pertanyaannya jawabnya sudah. Entah karena hal-hal sepele ataupun karena sesuatu yang menggembirakan hati. Banyak yang bilang tertawa bisa menghilangkan stress. Tertawa juga menjadi salah satu tanda bahwa kita sedang bahagia. Tapi kalau kebanyakan tertawa sendiri bisa jadi tanda kalau sudah mulai gila.. haha… Segera periksa jika hal ini terjadi dengan anda :D.

Teringat kala dulu di kelas bahasa Korea. Waktu itu sedang pelajaran listening di siang hari, topik yang dibahas adalah tentang tertawa. Ada dua sesi listening yang diperdengarkan waktu itu yang keduanya adalah program radio, salah satunya membahas tentang anjuran untuk tertawa. Sudah jamak rasanya, bahwa tingkat stress di negara maju sangat tinggi, termasuk di Korea. Disini orang begitu gila dengan kerja dan kesibukan yang bermacam-macam. Hal yang sama juga saya rasakan sendiri waktu itu, dimana saya yang cupu ini merasa kaget dengan budaya, adat, dan kebiasaan disini. Tuntutan yang harus dicapai begitu tinggi dengan waktu belajar yang singkat. Bayangkan orang yang tidak pernah tahu tentang laut itu seperti apa, tiba-tiba disuruh nyebur dan berenang menuju daratan.

Banyak diantara teman-teman saya yang di awal-awal berusaha mengikuti gaya hidup, gaya belajar, dan ritme orang sini. Mereka bawa buku kemana-mana, belajar di perpustakaan sampai larut bahkan nginep disana saat menjelang ujian. Namun, tidak banyak yang berhasil saya lihat. Di kelas jadi ngantuk dan tambah capek. Sudah terbayang kan betapa stress-nya kehidupan dsini. Karena itu wajar saja jika ada banyak acara-acara hiburan disini, toh walaupun begitu orang sini tidak sempat nonton. haha.

Walah.. jadi kepanjangan prolognya :D. Kembali ke topik bahasan sebelumnya, acara radio yang diperdengarkan waktu itu menganjurkan kita untuk tertawa dalam berbagai situasi. Kalau saya rangkum, berikut ini anjurannya:

  1. 크게 웃어라 tertawa terbahak-bahak
  2. 억지로라도 웃어라 tertawa sekalipun terpaksa
  3. 일어나자마자 웃어라 tertawa seketika bangun tidur
  4. 시간을 정해 놓고 웃어라 tertawa di waktu
  5. 마음까지 웃어라 tertawa bahagia dengan hati
  6. 즐거운 생각을 하며 웃어라 tertawa ketika memikirkan hal-hal yang menyenangkan
  7. 함께 웃어라 tertawa bersama
  8. 힘들때 더 웃어라 tertawa disaat susah
  9. 한번 웃고 또 웃어라 tertawa sekali lalu tertawalah lagi
  10. 꿈을 이뤘을 때를 상상하며 웃어라 banyangkan ketika mimpimu tercapai dan tertawalah

Jadi teringat seorang kawan dari Zimbabwe, Ramson namanya. Orang yang penuh senyum dan tawa. Tiap kali menyapa ataupun berbicara selalu diakhiri dengan tawa, meskipun kadang bukan hal yang lucu. Tapi karena dia tertawa yang lain pun akhirnya jadi ikutan tertawa. haha

R: “Helloooo… Andyyy…. how’re you doing hahaha… ”
Me: “Well done.. have you had your dinner?”
R: “Ahh… So you just came back from dinner? I even dont know what to eat hahaha…”

That’s piece of our chatter.

Saya rasa, kita tidak akan ikutan stress dengan lingkungan yang serba menuntut seperti sekarang ini, kalau kita paham ritme diri sendiri. Kemudian tidak hanyut dengan ritme lingkungan sekitar. Jauh sebelum acara hiburan yang marak sekarang ini, mulai dari talk show sampai stand up comedy, masyarakat Indonesia sudah begitu kreatif mengemas berbagai acara yang dibungkus dengan komedi. Ada wayang, ketoprak, ludruk, dll. Penyanyi legendaris Waljinah pun juga sudah lama menganjurkan dan mengajak tertawa tapi mengingatkan kita untuk tetap dalam kendali dan batas.

Kembang turi yo mas tibo lemah
Mlebu omah ojo karo mlayu..
Seneng ati yo mas ojo susah..
Timbang susah ayo podo ngguyu..

Ayo ngguyu.. hahaha..
ngguyu meneh haha…
Yen ngguyu lak ojo seru-seru…

Perlukah Hari Santri?

Posted on Updated on

Pergi mengaji. http://photodom.com

Tiga bulan lamanya saya tidak menulis di blog ini. Alasan klasik, sibuk, penyebabnya hehe. Banyak ide menulis yang akhirnya hanya menguap karena tidak pernah saya tuangkan bahkan dalam coretan buku catatan. Hari ini saya tergelitik untuk kembali menulis setelah pagi tadi secara sembrono saya buka website berita di Indonesia. Saya sudah lama tidak membaca secara serius berita-berita di media online Indonesia, selain berita tetang olah raga, itupun kadang juga cuma sekilas saja bacanya.

Lalu berita apa yang menggelitik jemari ini untuk menulis kembali? Yaitu berita terkait penetapan Hari Santri oleh pemerintah yang diputuskan akan diperingati setiap tanggal 22 Oktober. Muncul pro dan kontra terkait keputusan tersebut. Ada yang mendukung ada pula yang mencibir dengan sentimen negatif. Hmm.. lalu ada di posisi mana enaknya?

Saya memilih dan berusaha untuk berada di tengah saja. Keinginan pemerintah untuk mengakui dan menghargai para santri khususnya atas perjuangan mereka dalam merebut kemerdekaan patut didukung. Karena mungkin selama ini keberadaan mereka agak terabaikan. Hanya saja ketika bentuk penghargaan itu adalah dengan penetapan hari tertentu sebagai hari nasional, saya agak sangsikan maksud dan fungsinya.

Saya rasa pengakuan atas perjuangan mereka sudah cukup terakomodasi melalui hari pahlawan setiap 10 Nopember. Hal ini akan semakin mengukuhkan bahwa kita tak acuh dengan hanya mengakui keberadaan dan menghargai para santri setahun sekali. Lagipula saya juga yakin bahwa para santri yang turut serta dalam perjuangan, berjuang dengan ikhlas tanpa pamrih dan tidak terlalu membutuhkan pengakuan apapun. Bila kita tengong sebentar, siapa sih santri itu? Menurut KBBI,

Santri: 1 orang yg mendalami agama Islam; 2 orang yg beribadat dng sungguh-sungguh; orang yg saleh.

Masak iya orang yang beribadah sungguh-sungguh mengharapkan selain Allah. Mereka berharap kita, generasi penerus ini, lebih menghargai kemerdekaan ini dengan guyub rukun membangun bangsa lebih baik.

Jikalau pemerintah ingin memberikan penghargaan lebih bagi para santri, saya kira ada banyak cara lain yang lebih elegan dan lebih nyata manfaatnya. Misalnya dengan memberikan pengakuan atas keilmuan mereka dengan lebih layak. Para santri sepertinya masih dipandang sebelah mata ketika harus bersaing dengan lulusan sekolah formal. Seakan mereka dipandang hanya cocok sebagai guru ngaji.

Padahal kalau kita cermat dan adil dalam melihat, para santri tak kalah hebat dari mereka yang lulus dari sekolah formal. Masih ingatkah anda dengan sosok Ahmad Fuadi? Pengarang novel negeri 5 menara ini adalah jebolan salah satu pondok pesantren yang punya banyak berprestasi. Pun juga dengan seorang kawan dan dosen saya yang juga santri ini malah anti mainstream dengan ngaji ke Inggris bukan ke timur tengah.

Saya kira Indonesia membutuhkan santri dan ulama yang paham juga tekonologi mutakhir. Ulama biologi, ulama kedokteran, ulama IT, ulama nuklir, ulama sosiologi dan sebagainya. Jadi tidak hanya ulama yang pandai berdakwah agama saja, yang tentunya juga penting, tapi juga mereka yang bisa memperkenalkan kita kepada Tuhan melalui sains dan teknologi. Karena selama ini sains dan teknologi masih sering kali dianggap bukan bagian dari agama. Padahal sebagian besar ayat-ayat Allah dihamparkan ke alam semesta yang melalui sains dan teknologi lah kita bisa sedikit-sedikit menyingkap tabirnya.

Oleh karenya, jikalau pemerintah memang serius ingin mengapresiasi santri, modernisasi pondok pesantren bisa menjadi salah satu pilihan yang penting untuk dipertimbangkan. Tentunya dengan tidak menghilangkan budaya dan tradisi luhur yang ada di dalamnya. Membangun dan mengembangkan koneksi antara pesantren dengan lembaga riset dan industri. Sehingga bisa lahir riset yang mumpuni tidak hanya secara akademis dan praktis, tetapi juga sarat dengan muatan ilmu agama. Selain itu, bisa juga dengan memberikan mereka wadah, kepercayaan dan kesempatan lebih besar untuk ikut andil dalam pembangunan dan kemajuan bangsa.

Sekian, sekelumit uneg-uneg dan pendapat saya pribadi. Mau anda mendukung ataupun menolak itu hak masing-masing.

Menghargai perjuangan para pahlawan, entah santri atau bukan, tidak cukup hanya dengan peringatan hari nasional setahun sekali dan kemudian dilupakan disisa 364 hari selanjutnya. Sudah terlalu lama kita sia-siakan jerih payah perjuangan mereka dengan berebut keserakahan.

Andai Indonesia tidak merdeka …. ???

Sinar Jawa

Posted on Updated on

Ramadhan sebentar lagi berlalu, syawal pun menanti. Saatnya mudik ke kampung halaman. Begitulah tradisi yang ajeg dilakukan oleh orang Indonesia. Bertemu kembali dengan orang tua, sanak saudara, dan kawan lama. Saling bermaafan, berbagi tawa dan canda, melupakan luka dan dosa yg pernah ada. Tradisi yang turun temurun dijalankan, dan mungkin tidak pernah dicap “bid’ah” karena orang merasa wajib mudik ketika lebaran.

Kebahagian mudik ke kampung halaman, Jawa (Madiun), yang tidak bisa saya rasakan dua tahun terakhir ini. Jawa sebuah pulau yang tidak bisa dipungkiri sinarnya diantara pulau-pulau lain di Indonesia. Hampir sebagian besar mudik berawal dari Jawa dan berakhir di situ pula. Karena di Jawa-lah banyak orang bekerja mengais rejeki. Sehingga setiap kali mudik, televisi dan media lain hanya dipenuhi oleh berita tentang mudik yang terjadi di Jawa. Mulai dari jalur Pantura, jalur penyebrangan Merak-Bakahuni, dan jalur-jalur mudik lainnya.

Real time tweet map
Real time tweet map

Selain dipenuhi oleh berita mudik, media juga mengumbar kata maaf. Begitu royal kita mengulurkan tangan dan mengobral maaf saat lebaran. Sesuatu yang mungkin terasa amat sulit dilakukan ketika hari biasa. Seringkali kita mengulur setahun lamanya untuk meminta maaf atau memberi maaf.

Ayo tunjuk jari, siapa yang tidak punya akun twitter saat ini? Pasti tidak banyak. Dan sedikit dari itu adalah saya sendiri hahaha. Hari ini tadi saya teringat bahwa dulu pernah menemukan contoh visualisasi real-time dari tweets orang-orang. Akhirnya saya cari lagi. Sebenarnya dulu sempat terbesit ingin menulis bahwa kebanyakan orang Indonesia sering banget main twitter saat jam kerja. Sesuatu yang kelihatan sangat mencolok jika dibandikan negara lain pada rentang waktu yang sama.

Namun hari ini saya berpikir positif, hehe. Melihat hasil peta visualisasi di atas, betapa bersinarnya Jawa yang bahkan mengalahkan Australia. Saya berpikir bahwa mereka sedang saling mention untuk bermaafan. Mereka sedang menjalankan tradisi mudik, mengabarkan bahwa sebentar lagi akan sampai ke kampung halaman. Begitu terangnya sinar Jawa dibandingkan dengan pulau lain, bisa menjadi salah satu indikasi bahwa pemerataan khususnya teknologi komunikasi belum maksimal di Indonesia. Semoga suatu saat pulau cenderawasih itu bisa bersinar indah secantik burungnya.

Selamat hari raya Idul Fitri…
Maafkan saya lahir dan batin

Buat yang lagi mudik, Hati-hati di jalan, Semoga selamat sampai kampung kalian. Buat yang tidak bisa mudik, termasuk saya ini :(, mari telepon ibu-bapak dan keluarga lainnya. Kabari mereka bahwa kalian baik dan juga ingin berada di rumah sana saling bermaafan bersama.

Kredit: http://tweetping.net/

Atom?

Posted on Updated on

Have you heard about Atom? No, it’s not about physic’s terms of atom which is the smallest unit of matter. The atom that I would like to talk about is sort of text editor. Recently, Atom version 1.0 was finally released last month on 25th. It seems promising editor when first time I tried, back few months ago. Atom is fomented from side project become official Github project which surely it’s an open source. And the more enthralling part of this editor is the fond introducing video. They introduced Atom in retro style with classic machine. And when a grandmother also do coding, it stole a laugh of me.. haha…

If we talk about which editor/IDE should I used to code, it turns back to personal preferences and favor. I have tried many editors from the heavy Netbeans to the lightest one such as Notepad++ or Geany in linux. While many people infatuated with Sublime Text, I still stick with my old Netbeans. Though it looks elegant, but I think it’s too mainstream for me haha. Moreover, it’s not fully free which is my first concern for such impoverished student like me :D.

The lightness of editor is next thing that I reckon. For this criteria, I have tried Brackets developed by Adobe. I also consider about the openness and community. Both Brackets and Atom have growing communities and extensions that enable us to discuss when facing problem or even customize the editor as what we want. Choose the editor that best fit for you. Surely, it effects your coding creativity and productivity.

Selamat ulang tahun cinta

Posted on Updated on

Selamat ulang tahun dik..

Gimana ya nulisnya :d, bingung. Untuk pertama kalinya mungkin saya nulis tetang sesorang yang mengisi tidak hanya hari-hari tapi juga mengisi hati. Jadi inget kalau dulu sempat menulis ini dan bilang bahwa suatu saat saya akan menulis tentangnya. Bahkan saat menulisnya dulu, sama sekali belum terpikir siapa gerangan dia. haha…

Akhirnya setelah tiga tahun berlalu, sekarang saya memenuhi janji itu :D. Sebenarnya banyak hal yang ingin saya ceritakan tetang kisah ini, namun semuanya hanya berhenti di angan. Singkat cerita adalah saya sudah menambatkan pilihan hati pada seseorang, siapa ya dia? *disebut ga ya? :D. Sekitar bulan januari lalu kami berikrar bersama di kampung halaman. Semoga Allah senantiasa melimpahkan keberkahan dan bimbingan atas kami berdua.

Sekarang saya sudah tidak nganggur (jomblo) lagi hehe.. *udah ga bisa kluyuran lagi donk hehe.. Terima kasih dik sudah membuatku berhenti kluyuran *capek kluyuran terus :d.

Namanya Indana Zulfa, dialah orang yang saya maksud di atas. Hari ini ulang tahunnya. Selamat ulang tahun istriku :D. Semoga Allah senantiasanya membingmu, melindungimu, dan semakin sayang kepadamu. Tidak perlu risau menatap kedepan, tak perlu juga menyesali yang silam. Langkahkan saja kaki, ayunkan dengan pasti dan berani. Insya Allah aku akan mendampingi.

Ajarkan aku untuk bisa memperlakukanmu dengan lebih baik lagi. Salah satu hal yang membuatku merasa senang dan tenang adalah ketika melihatmu tersenyum. Senyum manis yang melukiskan kebahagian dan binar matamu yang penuh keceriaan.

Sekali lagi selamat ulang tahun. Tetap sehat, tetap semangat. ;)

Video diatas bikinan orang lain.. jadi maaf klo ada selipan kata-kata yang ga pas, mohon dimaklumi. Pengen bikin sendiri tapi ga sempat, lebih tepatnya ga bisa bikinnya :D. Maaf juga kalau aku tidak bisa menemanimu disaat hari bahagia ini.

Aku tak pandai menulis, jadi aku mengutip puisi dari Sapardi Djoko Damono yang kiranya bisa menjadi perantara untuk mengutarakan perasaan.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.

Hari ini hari anak

Posted on

bermain

Hari ini seharusnya libur, tapi kenapa aku malah disini. Mungkin hari ini adalah hari yang paling membahagiakan bagi anak-anak. Karena mereka diberi hari khusus yang diperingati pada hari ini. 어린이날 (hari anak) adalah waktu dimana para orang tua diberikan libur sebagai kesempatan untuk bermain bersama anak-anak mereka. Bahkan mulai senin kemarin saya lihat sudah banyak orang tua yang mengajak anak mereka jalan-jalan disekitar taman kampus. Dan hari ini ramai sekali di luar sana, anak-anak terlihat begitu ceria bermain bersama orang tua mereka.

Wajar saja, hampir setiap hari mereka jarang bermain bahkan bertemu dengan orang tua mereka yang sibuk bekerja sampai larut. Hanya pada akhir pekan mereka ada kesempatan bermain, itu pun kalau orang tua mereka tidak kecapekan setelah seminggu bekerja.

3

Anak-anak butuh bermain, terlebih bermain bersama orang tua mereka. Ajak anak-anak bermain, mereka akan belajar dengan sendiri melalui bermain itu, tidak perlu dimasukkan ke berbagai macam kursus atau les yang memaksa mereka belajar daripada bermain. Saya pernah melihat salah satu program televisi, dimana seorang ayah rela cuti hampir setahun lamanya demi bisa bermain bersama anaknya. Masa anak-anak hanya sekali dan tidak terulang lagi. Saya pun kadang pengen jadi anak-anak lagi yang bebas bermain, lari-lari kesana kemari, rasanya tidak ada beban. hehe. Sudahkah anda mengajak anak anda bermain?

 

Gambar diambil dari:

tenasia.hankyung.com dan http://insight.co.kr/

Kesempatan belajar ke Korea melalui beasiswa KGSP

Posted on Updated on

Kembali dibuka pendaftaran salah satu beasiswa dari pemerintah Korea yang lebih dikenal dengan KGSP (Korean Government Scholarship Program) untuk jenjang graduate program. Beasiswa ini diperuntukkan bagi hampir 150 negara dengan kuota yang berbeda-beda. Indonesia sendiri mendapatkan alokasi sekitar 20 mahasiswa. Kemudian ada sekitar 66 universitas yang telah ditunjuk sebagai pilihan studi (*tentu saja tidak bisa milih daftar ke semua univ tersebut hehe).

Bagaimana cara pendaftarannya?

Secara garis besar, proses pendaftaran bisa melalui dua jalur. Pertama adalah melalui kedutaan Korea atau langsung ke salah satu universitas yang ingin dituju (*hanya boleh memilih salah satu jalur saja). Jika memilih mendaftar melalui kedutaan boleh memilih 3 universitas, namun jika langsung ke universitas maka hanya satu pilihan universitas saja yang diperbolehkan.

Kapan batas akhir pendaftarannya?

Beasiswa ini sudah dibuka sejak tanggal 2 Feb – 31 Maret. Ingat!, jika memilih untuk mendaftar langsung ke universitas, batas akhir pendaftaran bisa berbeda-beda. Silahkan periksa sendiri ke masing-masing univ.

Durasi beasiswa berapa lama?

  • Master: 1 tahun program bahasa korea + 2 tahun
  • Doctor: 1 tahun program bahasa korea + 3 tahun
  • catatan: jika mempunyai sertifikat TOPIK minimal level 5, maka dibebaskan dari program bahasa 1 tahun. Sehingga bisa langsung studi master atau doctor.

Mencakup apa saja beasiswa ini?

  • Round-trip economy class ticket
  • Bebas tuition fee
  • Gratis biaya kursus bahasa
  • Tunjangan hidup 900k won per bulan
  • Tunjangan settlement 200k won (hanya dibayarkan sekali ketika anda pertama datang ke Korea)
  • Tunjangan riset sekitar 200k won (tiap semester)
  • Asuransi kesehatan 20k won per bulan
  • Tunjangan tambahan 100k won bagi yang bisa mendapatkan TOPIK level 5

Persyaratan umum beasiswa KGSP

  • Batas usia pendaftar adalah 40 tahun pada 1 September 2015
  • Harus telah memiliki gelar sarjana atau master pada 31 Agustus 2015
  • GPA min 2.64 (skala 4.0)
  • Bagi pendaftar wanita yang sedang hamil tidak diperkenankan mendaftar
  • Pendaftar yang sudah pernah belajar di Korea (S1, S2 atau S3) tidak diperkenankan mendaftar
  • Wajib melakukan tes kesehatan jika lolos seleksi tahap 2
  • Wajib mengikuti program bahasa 1 tahun jika tidak memiliki sertifikat TOPIK min level 5

Kapan pengumumannya?

Daftar kandidat penerima beasiswa akan diumumkan sekitar tanggal 16 Juni 2015. Terbang ke Korea dijadwalkan sekitar tanggal 24-26 Agustus 2015.

Informasi lebih lanjut tentang beasiswa ini bisa dilihat pada link dibawah ini

Selamat berjuang, selamat mencoba. Semoga sukses.
Melangkah saja, biarkan Tuhan yang menentukan akhirnya.

Gambar diambil dari: web.international.ucla.edu