Warna Baru, Rasa Baru, Tahun Baru

Selamat pagi…..
Ingin menulis sesuatu tapi masih belum ada ide. Apakah menulis memang perlu ide dulu??? Menulis dan berbicara merupakan salah satu aspek belajar yang cukup sulit menurut sudut pandang saya. Khusus untuk menulis, kemampuan saya untuk yang satu ini rasanya tidak pernah meningkat. Selalu stagnan terpaku oleh ide, inspirasi, dan apalah itu. Sulit untuk mengawalinya apalagi melanjutkan dan mengakhirinya. Terlalu banyak pertimbangan, itulah mungkin yang menjadi kendala dalam menulis. Pertimbangan tentang siapa target pembaca, pilihan  topik, judul, jenis tulisan (formal atau non-formal), ragam bahasa yang digunakan (sastra atau biasa-biasa saja :D).

Padahal saya pernah dengar ada yang bilang bahwa kecerdasan dan kreativitas sesorang dapat diukur dari caranya menyampaikan sesuatu melalui tulisan. Dilihat dari gaya bahasanya, kosakata yang digunakan, dan tulisan tangannya. Untuk blog ini sendiri saya biasanya tidak menulis sesuatu yang berupa bentuk curhat tentang keadaan saya secara pribadi, tetapi lebih ingin menjadikannya sebagai tempat berbagi pengalaman, ide, dan pemikiran (kalau sekarang ini lagi curhat ga ya??? hehehe). Sehingga dalam setiap tulisan yang saya buat ingin selalu saya sajikan dalam gaya bahasa yang semi formal.

Kali ini saya ingin cerita yang baru, dalam suasana tahun baru. Walaupun diluar masih gelap (jamku masih pukul 03:30), tapi dengan semangat baru akan kutulis postingan baru demi menyambut hari baru di bulan baru dan tahun baru. Dari tadi ga ada kata lain, baru melulu… biarin yang penting baru. Kira-kira apa yang baru dari diriku di hari baru, bulan baru, dan tahun baru ini. Hmm ada deh, apa-apa yang baru atas diriku tidak mau kubagi bagi begitu saja bagi orang baru, pembaca baru apalagi pengunjung baru blog ini, hehe…. Apa? kalian menuntutku untuk membagikan yang baru ini, ihh enak saja, wani piro??? Sesuatu yang baru tak ternilai harganya, tapi setelah usang termakan zaman dan tak baru lagi pasti kan terbuang.

Banyak orang yang senang dengan hal-hal baru, seperti baju baru, HP baru, mobil baru, rumah baru, pacar baru, istri baru, suami baru, atau apapun itu. Tapi susah sekali menjaga yang baru itu tetap baru. Tau kenapa? karena ada yang baru. Punya HP baru bulan lalu, tapi karena muncul yang baru lagi di bulan ini, maka HP baru bulan lalu sudah tak baru lagi. Punya pacar baru tahun lalu, tapi karena dapat kenalan baru di tahun baru, pacar baru di tahun lalu sudah tak terasa baru lagi. Ketika muncul yang baru, yang lama pun sedikit-demi sedikit mulai tak dilirik lagi dan akhirnya ditinggalkan.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s