Apa yang dibutuhkan untuk dapat kerja

mencari kerja

Cerita ini berkisah tentang fenomena para pencari kerja saat ini. Berawal dari ngobrol-ngobrol saya dengan seorang penumpang bis. Ceritanya sudah lama, mungkin sekitar 1 tahun yang lalu. Tapi baru kepikiran untuk posting ceritanya sekarang. Waktu itu saya sedang dalam perjalanan dari madiun ke surabaya. Hari minggu siang seinget saya, waktu itu juga lagi libur panjang sehingga bis kebak dengan penumpang. Saya pun berdiri diawal perjalanan tersebut dan baru dapat tempat duduk selepas dari kota nganjuk. Hampir satu jam berdiri, kesal juga kaki rasanya.

Entah siapa namanya dia. Seorang pemuda berwajah agak garang, tapi ternyata orangnya sopan. Waktu itu dia yang memulai percakapan. Ngobrol basa-basi, “mau kemana? dari mana? dsb”. Entah kenapa dia tiba bercerita tentang dirinya. Dia bercerita bahwa sudah sering kali berpindah-pindah kerja, mulai dari tukang tambal ban, pegawai katering, dan saat itu dia sedang bekerja sebagai montir di bengkel. Sebuah perjalanan panjang karir yang berbeda jauh dengan saya yang belum pernah pindah pekerjaan. Jadi kira-kira apa yang dibutuhkan untuk bisa mendapatkan pekerjaan? Gelar panjang dibelakang nama? Sertifikasi dari berbagai macam institusi? Atau mungkin yang lain?

Saya lalu bertanya kepadanya, kenapa tidak mencoba bekerja di pabrik saja. Dia lulusan SMK dan saya rasa dia cocok untuk bekerja di pabrik, karena sering kali saya lihat lowongan di koran pabrik-pabrik membutuhkan karyawan lulusan SMK. Tapi dia bilang hal itu sudah sangat sulit saat ini. Tidak ada lagi tes-tes masuk kerja yang murni khususnya untuk lulusan SMK/SMA. Masuk akal juga pendapatnya, saya sudah beberapa kali ikut tes masuk kerja, dan sebagian besar perusahaan itu menggunakan jasa konsultan untuk melakukan serangkaian proses tes tersebut. Bisa dibayangkan berapa banyak uang yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk membayar jasa konsultan tersebut. Alasan biaya itulah yang mungkin membuat perusahaan enggan melakukan tes masuk khususnya bagi lulusan SMK/SMA.

Setelah ngalor-ngidul ngobrol, dia bilang “Sekarang ini memang susah mas untuk mendapatkan pekerjaan enak. Tapi ga perlu sekolah tinggi-tinggi sebenarnya, D3 saja sudah cukup”. Sejenak berpikir saya kebingungan karena tak tahu apa maksudnya itu. Dia pun akhirnya menjelaskannya, mungkin setelah melihat raut wajah saya yang tampak bodoh kebingungan dan penasaran. “Gini mas, D3 itu adalah Dulur (saudara), Duit, Dukun. Hahaha saya pun ketawa mendengar penjelasannya itu.

D3 yang dia maksud sepertinya memang begitu adanya di masyarakat khususnya di desa-desa. Biasanya mereka berdasarkan referensi atau ajakan dari tetangga/dulur (saudara) mereka yang kelihatan sukses bekerja di kota/negara tentangga. Sehingga banyak dari pemuda-pemudi desa yang tergiur dan akhirnya berduyun-duyun pindah ke kota. (hmm saya termasuk tidak ya?? hehe3). Sesampainya di kota tidak sedikit dari mereka yang akhirnya tidak berhasil, karena ternyata untuk bisa masuk kerja perlu biaya (duit). Agak aneh memang pengen dapat uang melalui bekerja kok malah harus keluar banyak biaya untuk bisa bekerja. Setelah membayar biaya yang diminta pun mereka tidak yakin akan diterima kerja, karena memang tidak mempunyai keahlian yang cukup. Sehingga digunakanlah siasat lain, D yang terakhir alias dukun dan berharap si dukun bisa memuluskan jalannya untuk mendapatkan pekerjaan yang diinginkan. Padahal mungkin si pasien dukun ini tidak tahu bahwa si dukun mungkin juga bernasib sama seperti dia dulunya dan akhirnya banting setir jadi dukun😀.

image was grabbed from: theemployable.com

2 thoughts on “Apa yang dibutuhkan untuk dapat kerja

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s