Apa itu riya?

Mungkin sering dengar kata riya, tapi susah juga terkadang menghindarinya. Lalu apa itu riya? Cari sendiri kalau pengen tahu definisinya secara bahasa, istilah ataupun yang lainnya😀. (aslinya saya sendiri juga tidak tahu, hehe..). Namun kemarin saya mendapatkan pemahaman baru tentang apa itu riya. Saya mendapatkannya sewaktu nonton salah satu video pengajian di youtube. Disini kan internet kenceng, mau streaming kapan pun mulus, alus, ga putus, hehe… (waduh pamer nih.. termasuk riya bukan ya? :D).

Nah di pengajian itu dijelaskan secara sederhana tentang apa itu riya dan dengan contoh yang mudah dipahami. Jadi langsung ke contoh seperti yang dipaparkan di video itu saja.

Ketika sholat milih shaf terdepan terus berusaha sholat sebagus mungkin dan khusuk karena ingin dilihat orang lain, maka itu adalah musyrik. Ketika sholat milih mojok biar tidak ketahuan orang lain, maka itu riya.

Ketika shadaqah dalam jumlah banyak karena ingin diketahui orang lain, karena ingin pujian orang, maka itu musyrik. Lalu jika sewaktu shadaqah ingin menutupinya, misalnya “sudah nama saya ga perlu ditulis, diganti pake hamba Allah saja.” karena tidak ingin diketahui orang maka itu riya.

Jadi ketika beribadah dan masih mempertimbangkan pendapat atau tanggapan orang, bukan karena Allah, maka berpotensi besar riya. Wah susah juga ternyata. Lalu gimana caranya agar tidak riya? Belajar dan berharap terselip keikhlasan ketika beribadah.

Kalau bikin posting agar dibaca orang lain, bikin status biar di-like, nge-tweet biar di RT, kira masuk kategori riya apa bukan ya?😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s