We are one, we are the champion

Ga cocok sama judulnya, isi tulisannya pake bahasa campursari😀.

Waktu saat itu sudah menunjukkan pukul 15:00 dan dua jam lagi acara sudah akan dimulai. Teman sebelah sudah nanyain “budal jam piro?” (berangkat jam berapa?). Belum sempat membalas pesannya, sudah datang rombongan dari desa Miryang (cuma 2 orang sih :D). Tampak begitu semangat mereka, meskipun dari jauh. Mereka mampir ke lab ditemani seorang guru musik kami, teh Yani.

Selepas ashar bareng teman2 Miryang, kami berangkat menyusul yang lain. Dan sesampainya di gedung tempat pertunjukan, teman-teman yang lain sudah pada sibuk berganti kostum dan mempersiapkan diri. Sedikit bocoran, kami tampil dengan berbagai macam pakaian tradisional. Untuk para penyanyi laki-laki dan pemain musik memakai baju surjan, lalu para penyanyi perempuan mengenakan hanbok khas korea. Sedangkan para pemain angklung, termasuk saya sendiri, memakai baju serba hitam, dengan hiasan kain poleng dan udeng-udeng khas bali.

Apa yang akan kita tampilkan? Setelah dirembugkan bareng-bareng, kita bersepakat untuk menampilkan musik, dengan mengenalkan salah satu alat musik tradisional yaitu angklung. Kita akan membawakan medley empat buah lagu. Ada yang berbahasa korea, jawa, bali, dan inggris. Kesemuanya dikemas secara apik menjadi satu penampilkan yang diharapkan akan memukau para penonton. SOFIA (Sound of Indonesia) adalah nama tim kami.

Sembari menyiapkan diri, saya lihat wajah teman-teman yang lain antara penuh gairah ingin manggung dan gugup. Mungkin kalau saya sendiri bercermin juga kelihatan seperti itu, haha. Satu, persatu personel yang lain datang. Sebelum tampil, kami diberikan kesempatan sekali oleh panitia untuk melakukan gladi bersih terakhir. Sembari menunggu giliran untuk gladi bersih, kami sempatkan berpoto ria di lorong menuju belakang panggung. Berikut ini perkenalkan para pementas sedang bergaya sebelum pertunjukan.

Dari pemain angklung, ada Dzulfikar, Pak Yanuar, Pak Suryo, Okka, Iqbal, dan Pak Teddy yang merangkap sebagai peniup flute juga. Di sebelah kanan ada para penyanyi cantik-cantik yang siap menghangatkan pertunjukan malam itu. Paling kiri adalah Kezia, lalu ada Riska, disusul sinden dari Miryang, Desti, dan paling kanan adalah Teh Yani yang merangkap banyak jabatan, mulai dari guru musik (angklung), pemain biola, penyanyi, dan penabuh gendang. Mantap memang punya guru yang serba bisa, cakep, dan baik. hehe

Ada penyanyi dua cowok juga, Alfon dan Ivan. Ditambah lagi pemain musik, gitar oleh Nafis yang merangkap sebagai ketua kegiatan kita ini dan pianika oleh Ardi. Hanya saja foto mereka masih belum ada. Nanti akan saya tambahkan kesini kalau sudah dapat.

Saat giliran kami untuk gladi bersih. Satu persatu dari kami memasuki panggung lalu bersiap sedia pada posisi masing-masing. Gladi bersih tidak kami lakukan secara penuh untuk semua lagu. Akhirnya untuk pertama kalinya kami bisa berlatih dengan tim yang lengkap. Biasanya setiap kali latihan selalu saja ada yang tidak bisa ikut, sampai terkadang harus menyewa pak lurah (Mas Pandu) untuk mengisi kekosongan tersebut. Setelah selesai gladi bersih, kami melakukan beberapa review tentang detail penampilan kami tadi.

Para pemandu acara tampak sudah membuka acara, pantas saja karena ternyata sudah lewat jam 5. Kami duduk manis menunggu giliran tampil sambil menonton penampilan tim lain. Oh iya, dalam festival kali ini ada sekitar tujuh penampil yang turut serta.

Pertunjukan diawali dengan sambutan dari siapa ya, lupa😀. Talent show pertama menampilkan Christie Diamond yang mempertunjukkan dance ala Michael Jackson merupakan pembukaan yang cukup menarik. Dilanjutkan oleh Huang Lu yang menari tari tradisional cina. Ada juga yang menampilkan keahlian kaligrafi. SOFIA mendapatkan giliran tampil yang ketiga.

Tiba saatnya giliran untuk tampil, kami bersiap kembali menuju lorong yang sama. Semakin bertambah deg-degan rasanya. Mungkin hal yang sama dirasakan oleh yang lain. Menjelang masuk ke panggung kami semua merapatkan diri, menyatukan tangan kami, lalu bersama-sama teriak “SOFIA…. hee ‘ehhh… “😀. Setelah berdoa bareng, kami memasuki panggung dengan percaya diri. Penonton pun menyambut dengan tepuk tangan. Banyak juga yang nonton, bikin tambah grogi saja.

Onara (오나라) menjadi lagu pembuka penampilan kami. Onara adalah salah satu OST dari drama Dae Jang Geum (Hangul: 대장금) yang cukup populer di awal tahun 2000an. Para penyanyi mulai melantunkan suara mereka, lalu setelah Teh Yani memainkan biolanya, dia memandu tim angklung. Saya dan teman-teman yang lain pun mulai menggetarkan bilah-bilah bambu itu mengikuti arahkan Teh Yani. Rangkaian nadanya membuat para penonton yang sebagian besar adalah orang Korea, terkagum dan memberikan tepuk tangan. Hal yang membuat saya jadi tambah deg-degan, karena takut salah, hehe. Dan sepertinya itu tertular ke teman-teman yang lain. Kami menjadi terlihat gugup, tanpa senyum dan penuh konsentrasi (kayak mau ujian aja, haha). Mungkin karena itulah suara angklung terdengar agak gagap haha (paling penonton juga ga banyak tahu, haha). 

Selesai membawakan lagu Onara, langsung disambung oleh sinden Desti dengan tembang anoman obong. Suara sindennya joss, ditambah penampilannya yang agak genit membuat beberapa penonton tampak tersenyum. Tapi tidak dengan kita yang masih tegang. Para penyanyi semuanya maju kedepan, dan melanjutkan dengan lagu jangi janger dari Bali. Lagu yang kita sertai dengan gerakan koreografi dan diakhir dengan tarian kecak yang rancak.

Akhirnya kami menutup penampilan kami dengan lagu Let it go dari film Frozen. Intro lagu ini kami bawakan dengan berbagai macam bahasa, diawali dengan bahasa Indonesia, bahasa Cina, Vietnam, India, Jepang, dan tentu saja bahasa Korea. Penonton tampak begitu menikmati lagu tersebut, ada yang ikutan bernyanyi, bertepuk-tepuk atau sekedar bergoyang-goyang mengikuti irama. Dengan penuh riuh penonton memberikan tepuk tangan dan sorak-sorai atas penampilan kami. Berikut ini video dari pertunjukan SOFIA.

Kami pun kembali ke tempat duduk dengan rasa lega. Fiuhh.. akhirnya selesai juga. Well done guys. Sambil menunggu pengumuman pemenang festival, kami menonton pertunjukan dari tim-tim lain. Setelah kami ada penampilan 7 Flowers yang menampilkan Chinese modern dance. Mereka tampil dengan menarik dan aduhai, sampai-sampai membuat salah seorang personil kami yang berinisial O mengejar-ngejar minta poto di akhir acara, haha. Festival ditutup dengan penampilan tarian dari mahasiswa Vietnam yang cukup lucu.

Tibalah saatnya pengumuman pemenang. Semua peserta diundang naik ke atas panggung. Juara ketiga diraih oleh para mahasiswa Vietnam. Siapakah yang menang? Ada dua kandidat yaitu 7 Flowers dan SOFIA. Alhamdulillah SOFIA keluar sebagai pemenangnya. Kita pun bersorak gembira setelah juri menyebutkan bahwa kita pemenangnya.

Terima kasih untuk Nafis yang telah bersedia menjadi ketua tim, teman-teman penyanyi yang membuat konsep penampilan, lalu untuk Ivan juga yang telah membantu peminjaman alat-alat musik. Desti dan Okka yang telah jauh-jauh dari Miryang membatu menyemarakan latihan dan acara. Para tim dokumentasi, yang tak henti-hentinya mencari sudut tepat untuk menjepret poto atau video kami. Buat teman-teman dari Pukyong yang telah menyempatkan hadir meramaikan malam itu.

Khusus buat Teh Yani yang dengan sabar ngajarin, memandu dan membatu tim angklung khususnya, terima kasih banyak. Maafkan Teh kalau kami sering kali telat dan tidak lengkap saat latihan.

Tak lupa juga terima kasih untuk teman-teman semua yang rela meluangkan waktunya untuk latihan. Dan yang telah mendoakan kami hingga akhirnya semuanya bisa berjalan lancar. Itu adalah pengalaman menarik dan tak terlupakan bagi saya pribadi.

Kalau ada yang belum kesebut dan ingin di tag namanya, angkat tangan ya, hehe. Nanti akan saya tambahkan. Akhir kata, sampai jumpa lagi di we are one tahun depan.🙂

Kalau sempat nanti akan saya post juga cerita di balik panggung.😀

Credit: Mas Bangun, Ko Hendrik, Gregory, Iq, dan teman2 yg mendokumentasikan.

5 thoughts on “We are one, we are the champion

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s