Sinar Jawa

Ramadhan sebentar lagi berlalu, syawal pun menanti. Saatnya mudik ke kampung halaman. Begitulah tradisi yang ajeg dilakukan oleh orang Indonesia. Bertemu kembali dengan orang tua, sanak saudara, dan kawan lama. Saling bermaafan, berbagi tawa dan canda, melupakan luka dan dosa yg pernah ada. Tradisi yang turun temurun dijalankan, dan mungkin tidak pernah dicap “bid’ah” karena orang merasa wajib mudik ketika lebaran.

Kebahagian mudik ke kampung halaman, Jawa (Madiun), yang tidak bisa saya rasakan dua tahun terakhir ini. Jawa sebuah pulau yang tidak bisa dipungkiri sinarnya diantara pulau-pulau lain di Indonesia. Hampir sebagian besar mudik berawal dari Jawa dan berakhir di situ pula. Karena di Jawa-lah banyak orang bekerja mengais rejeki. Sehingga setiap kali mudik, televisi dan media lain hanya dipenuhi oleh berita tentang mudik yang terjadi di Jawa. Mulai dari jalur Pantura, jalur penyebrangan Merak-Bakahuni, dan jalur-jalur mudik lainnya.

Real time tweet map
Real time tweet map

Selain dipenuhi oleh berita mudik, media juga mengumbar kata maaf. Begitu royal kita mengulurkan tangan dan mengobral maaf saat lebaran. Sesuatu yang mungkin terasa amat sulit dilakukan ketika hari biasa. Seringkali kita mengulur setahun lamanya untuk meminta maaf atau memberi maaf.

Ayo tunjuk jari, siapa yang tidak punya akun twitter saat ini? Pasti tidak banyak. Dan sedikit dari itu adalah saya sendiri hahaha. Hari ini tadi saya teringat bahwa dulu pernah menemukan contoh visualisasi real-time dari tweets orang-orang. Akhirnya saya cari lagi. Sebenarnya dulu sempat terbesit ingin menulis bahwa kebanyakan orang Indonesia sering banget main twitter saat jam kerja. Sesuatu yang kelihatan sangat mencolok jika dibandikan negara lain pada rentang waktu yang sama.

Namun hari ini saya berpikir positif, hehe. Melihat hasil peta visualisasi di atas, betapa bersinarnya Jawa yang bahkan mengalahkan Australia. Saya berpikir bahwa mereka sedang saling mention untuk bermaafan. Mereka sedang menjalankan tradisi mudik, mengabarkan bahwa sebentar lagi akan sampai ke kampung halaman. Begitu terangnya sinar Jawa dibandingkan dengan pulau lain, bisa menjadi salah satu indikasi bahwa pemerataan khususnya teknologi komunikasi belum maksimal di Indonesia. Semoga suatu saat pulau cenderawasih itu bisa bersinar indah secantik burungnya.

Selamat hari raya Idul Fitri…
Maafkan saya lahir dan batin

Buat yang lagi mudik, Hati-hati di jalan, Semoga selamat sampai kampung kalian. Buat yang tidak bisa mudik, termasuk saya ini😦, mari telepon ibu-bapak dan keluarga lainnya. Kabari mereka bahwa kalian baik dan juga ingin berada di rumah sana saling bermaafan bersama.

Kredit: http://tweetping.net/

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s