Segulung Kimbap (3)

Ingin rasanya segera enyah dari kejenuhan ini. Namun, sebelum mereka para atasan itu beranjak tak patut bagiku melangkah lebih dulu. Kulihat jam sudah hampir menuju pukul 7 malam. Tapi kenapa tak juga nampak lelah di raut wajah mereka. Hidup adalah berkerja. Bekerja dan hiduplah engkau. Seakan tak punya hidup selain bekerja. Ditengah lamunku, tiba-tiba pundakku ditepuk… Continue reading Segulung Kimbap (3)

Segulung Kimbap (2)

Kunikmati potongan nasi gulung di mejaku. Masih sepi. Sehingga aku bisa menikmati sarapanku dengan leluasa. Entah kenapa rasanya begitu lezat kali ini. Atau cuma perasaanku saja? Mungkin juga karena rasa lapar yang melilit ini. Aku hanyalah pegawai rendahan disini. Lebih tepatnya jongos, tapi tanpa serbet tersampir di pundak. Darimana pula kudapati istilah-istilah itu. Hmm.. aku… Continue reading Segulung Kimbap (2)

Segulung Kimbap (1)

Alarm berdering keras memekikkan gendang telingaku. Di luar masih gelap. Matahari masih belum merangkak meskipun sudah jam 6. Sialan, handuk masih dijemur di luar. Harus buru-buru kuambil agar tidak mengantri lama. Kusahut juga perkakas mandi. “Ahh..” kubanting tempat sabun yang habis. Gerutu memang nampak di keseharianku. Sudah hampir tiga bulan ini aku paksa diri ini… Continue reading Segulung Kimbap (1)