Segulung Kimbap (2)

Kunikmati potongan nasi gulung di mejaku. Masih sepi. Sehingga aku bisa menikmati sarapanku dengan leluasa. Entah kenapa rasanya begitu lezat kali ini. Atau cuma perasaanku saja? Mungkin juga karena rasa lapar yang melilit ini. Aku hanyalah pegawai rendahan disini. Lebih tepatnya jongos, tapi tanpa serbet tersampir di pundak. Darimana pula kudapati istilah-istilah itu. Hmm.. aku… Continue reading Segulung Kimbap (2)