Latest Event Updates

Siapa yang menang?

Posted on Updated on

Rakyat Indonesia mentukan pilihan “pemimpin” hari ini. Lalu siapa yang menang? Tidak tahu juga. Melihat quick count di televisi hasilnya berbeda. Kedua pihak saling klaim kemenangan masing-masing, haha… Pertarungan terlihat sangat ketat, dari awal kedua pasangan tersebut mendeklarasikan untuk maju dalam pilpres sampai hari pemilihan. Bahkan persaingan mereka pun sedari lahir sepertinya, karena weton lahir kedua pasangan sama persis, haha. Di hari yang serba 4 ini, sepertinya yang bakal menang adalah pasangan yang mempunyai unsur angka 4. *ngitung ngawur haha…

Sekalipun saya sudah mencoblos salah satu pasangan, tapi saya tidak terlalu memihak keduanya. Siapa pun yang menang, seharusnya tidak perlu dijadikan masalah. Hidup kita harus terus berlanjut. Pilpres hanya sekedar kompetisi lima tahunan saja, layaknya piala dunia yang digelar empat tahun sekali. Jadi kalau nanti kalah, ya silahkan ikut lagi 5 tahun lagi :D.

Saya tadi membaca komentar yang bikin ngakak di salah satu website televisi online. Begini komentarnya “siapapun yg menang kita tetap cari duit sendiri…”. Haha.. Jadi tetaplah akur, rukun dan damai.

Ada petuah jawa yang berkata Sugih tanpa banda, ngluruk tanpa bala, menang tanpa ngasarake. Artinya kaya tanpa harta, menyerang tanpa bala pasukan, menang tanpa merendahkan. Jadi bagi pihak yang merasa menang saat ini ataupun nanti saat real count, sebaiknya tidak perlu merendahkan yang kalah agar tetap menang. Menang dalam artian tetap terjaga derajat dan kehormatan karena tidak merendahkan yang lain. Justru kalau yang menang nanti bisa mengangkat yang kalah untuk bisa membangun bersama, alangkah indahnya.

Semoga Tuhan memilihkan yang terbaik bagi Indonesia.

Gambar diambil dari: http://www.chameleonboys.com/

Bom Telur

Posted on

Kejadian mengagetkan yang pernah saya alami. Di sini biasanya saya beli telur rebus untuk lauk makan atau cemilan. Telur rebus itu biasanya dijual seharga 1000 ₩ isi tiga biji. Kalau dirupiahkan kira2 hampir Rp 10.000. Waktu itu karena telurnya dingin, saya bermaksud memanaskannya dengan microwave. Telur saya masukkan ke microwave dan saya set waktu sekitar 1 menit. Tapi belum sampai 1 menit tiba-tiba microwave tersebut meledak cukup keras.

Saya pun kebingungan.. Telur pecah berantakan. Agak takut juga mendekat ke microwave. Untung waktu itu sendirian, jadi ga malu-malu amat lah. Ga dibilang ndeso.. haha.. Namun yang bikin bete adalah itu telur terakhir untuk makan malam :((. Pecah berantakan tak bisa dimakan. Nasib2…

Jadi pesannya adalah… jangan memasak telur utuh kedalam microwave. Cara yang paling aman memasak telur dengan microwave adalah memasak telur dadar atau omelette. Dijamin tidak meledak. Saya sudah praktek juga. hehe…

Kalau ingin tahu betapa dahsyatnya ledakan yang bisa dibuat oleh telur, silahkan liat kegilaan orang di video berikut ini. Jangan ditiru!

 

Camera day

Posted on Updated on

SnapKnot

Yesterday, 29 June was camera day. The small part which implanted into our hand phone nowadays was firstly invented by French guy Joseph Niépce. Compared with the earlier camera, now the camera has become smaller and more powerful. This is a brief history of camera development.

Snap your memorable moment

images were grabbed from: http://snapknot.com

Ngebut poll…

Posted on Updated on

Iseng-iseng ngetes speed internet disini. Dan wow… memang benar-benar ngebut poll..
Kapan ya di Indonesia bisa sekenceng ini? *)ngimpi…

Sayang capres mendatang tidak ada yang mengusung janji untuk mempercepat koneksi internet. Kalau ada capres yang berani menjanjikan, pasti ta pilih, haha…

Yuk akur!

Posted on Updated on

messi
akur

Hari ini tumben saya posting banyak tulisan. Padahal biasanya paling banter cuma seminggu sekali, haha.. Mungkin karena terdorong tulisan saya sebelumnya. Tiba-tiba muncul banyak ide untuk menulis lagi. Sebelum ide itu menguap seperti yang sudah-sudah, sebaiknya langsung ditulis saja. Ga pake di draft, ga pake lama, langsung publish :D.

Read the rest of this entry »

Sulitkah untuk santun?

Posted on Updated on

Pilpres yang kurang dua minggu lagi semakin membuat suasana panas. Setidaknya itulah yang saya rasakan ketika membaca media-media online Indonesia. Berardu argumen, komentar, dan kritik tampaknya adalah hal-hal yang lumrah sekarang ini. Dari orang yang katanya “pengamat”, politisi, dan orang awam sekalipun begitu mudah memberi komentar ini dan itu. Memang ada benarnya apa yang diungkapkan oleh Pak Budi Rahardjo, bahwa berkomentar itu lebih mudah dari pada berkarya.

Ketika kritik yang disampaikan masih bersifat sinisme, saya rasa masih wajar. Namun tidak sedikit dari kritik dan komentar itu yang sarkastis. Anehnya lagi hal itu banyak dilakukan oleh orang2 yang ber-”title” panjang.

Apakah memang sulit untuk santun?

Read the rest of this entry »